Pendaftrar PBSB 2019 mencapai 12.000 Peserta

Sejak dibuka pendaftaran PBSB oleh Kementrian Agama 1 April 2019, pendaftar mencapai 12.000 santri. Hal ini merupakan bagian dari beasiswa bergengsi bagi santri di Indonesia. Khusus UIN Sunan Kalijaga sampai berita ini ditulis yang mendaftar sebanyak 595 orang dengan asumsi penerimaan sebanyak 20 mahasiswa. Setidaknya, penerima beasiswa dalam skema PBSB ini mencakup beaya hidup dan kuliah selama empat tahun.

Sejumlah pendaftar dalam PBSB di atas merebutkan 170 orang di Dalam Negeri dan 30 orang di Luar Negeri. Jumlah kuota tersebut merupakan sebuah upaya untuk tetap terlaksananya PBSB dalam setiap tahunnya dan terutama yang didahulukan adalah yang sedang berjalan. Selain itu, juga sebagai bentuk komitmen melalui output cadangan (OC) yakni berupa ATK dari beragam kegiatan menjadi satu kegiatan yang jumlahnya 2,4 M. Dengan demikian, persaingan PBSB tahun 2019 semakin meningkat.

Penguatan pesantren menjadi semakin meningkat seiring dengan diundangkannya RUU Pesantren. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Dr. Basnang Said, S.Ag. M.Ag. Kasubdit Pendidikan Pesantren Kemenag RI dalam acara FGD Penentuan dan Penyelarasan Soal PBSB tahun 2019 di Swiss Bellin Hotel Solo. Hal ini juga terkait erat pendanaan PBSB dan pesantren yang merupakan amanat dari perundangan yang ada. Sehingga keberadaan pesantren dan hal terkait dengannya akan masuk dalam skema 20% dari APBN untuk alokasi bagian pendidikan. Hal ini juga selaras dengan fungsi pesantren yang dalam RUU tersebut sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah dan lembaga pemberdayaan. Dengan demikian, pesantren ke depan menjadi bagian yang terpenting dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia termasuk di dalamnya adalah PBSB.

Hadir dalam kesempatan kegiatan ini adalah para akademisi dan pengelola dari PT Mitra. Hal ini setidaknya terapt 18 mitra yang ikut serta termasuk di dalamnya adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka selama tiga hari melaksanakan penysunan soal dan penyelarasannya untuk kesuksesan pelaksanaan ujian masuk PBSB tahun 2019. Dengan demikian, melalui kegiatan ini diharapkan mampu menerima input yang baik dari seluruh santri yang berprestasi di Indonesia. (MAS).