Era Covid-19, 33 Mahasiswa Prodi Ilha Selesaikan Proposal Skripsi

Era Covid-19 menghasilkan produktifitas mahasiswa meningkat. Mahasiswa angkatan 2017 ini lebih banyak jumlahnya yang melaksanakan seminar proposal dibandingkan dengan angkatan 2016 yang pada tanggal hari ini baru dua orang yang seminar. Kalau angkatan 2016 pertama kali seminar adalah Mushowwir maka tahun 2017 ini adalah Mundzir. Mereka angkatan 2017 ini sejak bulan Maret sudah memulai semprop dan di antara mereka sudah banyak yang progresnyanya berjalan dengan sangat baik.
Judul yang dikaji pun sangat beragam dan menarik. Hal tersebut diungkapkan oleh akademisi hadis Indonesia yang bergabung dalam Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia atau ASILHA. Selain itu pujian yang sama juga disampaikan kepada nitizen lewat facebook dengan menyebut judulnya keren-keren. Bahkan ada yang usul untuk data buku yang menjadi obyek salah satu kajian skripsi untuk dikaji secara online di bulan Ramadhan 1441 H. Kajian hadis berkembang terus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketika pada awal ilmu hadis berkembang dengan sederhana. Progres keilmuan menghasilkan model kajian lebih pada otentitas hadis dengan melahirkan beragam kitab hadis yang telah berubah dari hanya sekedar pengumpulan menjadi terseleksi. Hal tersebut juga melahirkan problem pemahaman hadis yang di awal sudah dicontohkan Nabi saw. dan diformuladikan dalam beragam kitab garib al-hadis dan syarah hadis.
Kajian di atas kemudian diramu akademisi UIN Sunan Kalijaga khusus Prodi Ilmu Hadis dengan sajian menarik. Hal tersebut sesuai profil prodi di mana alumninya dibentuk sebagai ahli hadis yang mampu mendialogkan dengan perkembangan zaman. Hal ini melahirkan kajian menarik seperti hadis di media, hadis di masyarakat dalam disiplin living hadis, digitalisasi hadis dan programming hadis, serta kajian teks lain yang terus berkembang. Perkembangan kajian inilah dapat dilihat dalam judul tugas akhir mereka. (MAS)