Programming Hadis 2026: Mahasiswa Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Perkuat Kompetensi Digital melalui Inovasi Aplikasi Hadis

Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan kajian hadis dengan perkembangan teknologi melalui kegiatan Programming Hadis 2026. Program ini menghadirkan Rasyid Fajar Nasrullah, M.Ag. sebagai pemateri yang membimbing mahasiswa dalam mengembangkan aplikasi digital berbasis hadis sekaligus memahami konsep digitalisasi hadis di era transformasi teknologi. Programming Hadis merupakan salah satu ciri khas pembelajaran di Prodi Ilmu Hadis yang menggabungkan kompetensi keislaman dengan keterampilan digital.

Dalam sesi pelatihan, Rasyid Fajar Nasrullah, M.Ag. menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuka peluang besar bagi studi hadis untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui berbagai platform digital. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami konsep dasar digitalisasi hadis, tetapi juga dikenalkan pada tahapan perancangan aplikasi, mulai dari penyusunan konsep, desain antarmuka (UI/UX), pengelolaan basis data hadis, hingga publikasi aplikasi agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tetap berlandaskan metodologi keilmuan hadis yang kuat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan memadukan pemaparan materi dan praktik langsung. Para peserta dibimbing untuk menerapkan konsep design thinking dalam merancang aplikasi hadis yang responsif terhadap kebutuhan pengguna. Selain aspek teknis, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya validasi data, akurasi sumber, serta etika digital dalam pengembangan aplikasi keislaman sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai akademik sekaligus manfaat sosial.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai ide inovatif bermunculan, mulai dari aplikasi pencarian hadis tematik, media pembelajaran hadis berbasis digital, hingga platform edukasi yang memudahkan masyarakat mengakses literatur hadis secara praktis. Melalui proses ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi inovator yang mampu menghasilkan solusi digital berbasis keilmuan Islam.

Menurut Rasyid Fajar Nasrullah, M.Ag., penguasaan teknologi merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa Ilmu Hadis di era digital. Kemampuan memadukan ilmu hadis dengan teknologi informasi akan memperluas kontribusi lulusan dalam dunia akademik, pendidikan, dakwah, maupun pengembangan aplikasi keislaman. Gagasan tersebut juga menjadi landasan pengembangan konsep Programming Hadis yang terus dikembangkan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.

Melalui Programming Hadis 2026, Program Studi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga berharap dapat mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keilmuan hadis. Program ini menjadi bukti bahwa integrasi antara studi Islam dan teknologi digital mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat posisi Program Studi Ilmu Hadis sebagai pelopor pengembangan digitalisasi hadis di Indonesia.

Editor : wdy