Mahasiswa Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Tingkatkan Literasi Digital melalui Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta – Program Studi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan bertajuk "Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi Mahasiswa Ilmu Hadis" pada 20–21 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan Muhamad Faturahman, S.Sos. sebagai narasumber utama. Pelatihan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, serta penulisan karya ilmiah.

Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis dengan antusias. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pemanfaatan AI menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan tantangan akademik sekaligus menjaga integritas keilmuan. Perguruan tinggi juga semakin mendorong literasi AI sebagai bagian dari transformasi pembelajaran di era digital.

Dalam pemaparannya, Muhamad Faturahman, S.Sos. menjelaskan bahwa Artificial Intelligence bukanlah pengganti kemampuan berpikir manusia, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas proses belajar apabila digunakan secara tepat. Mahasiswa dikenalkan pada berbagai platform AI yang dapat dimanfaatkan untuk mencari referensi, menyusun kerangka tulisan, merangkum literatur, menerjemahkan teks akademik, hingga membantu analisis data penelitian.

Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya sikap kritis dalam menggunakan AI, khususnya bagi mahasiswa Ilmu Hadis. Setiap informasi yang dihasilkan AI harus diverifikasi kembali menggunakan sumber-sumber primer yang otoritatif, seperti kitab hadis, kitab syarah, maupun literatur akademik yang kredibel. AI tidak boleh dijadikan satu-satunya sumber rujukan, melainkan sebagai pendukung dalam proses akademik. Prinsip tabayyun dan verifikasi ilmiah tetap menjadi fondasi utama dalam kajian hadis.

Selama pelatihan, peserta juga mengikuti sesi praktik penggunaan AI untuk mendukung aktivitas akademik. Mahasiswa diajak menyusun prompt yang efektif, memanfaatkan AI dalam pencarian ide penelitian, membuat ringkasan artikel ilmiah, serta mengevaluasi keakuratan hasil yang diberikan AI dengan membandingkannya pada sumber-sumber keilmuan Islam. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa mengabaikan etika akademik.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai peluang sekaligus tantangan penggunaan AI dalam studi keislaman, termasuk potensi kesalahan informasi, bias data, hingga pentingnya menjaga orisinalitas karya ilmiah. Narasumber mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap mematuhi etika akademik, menghindari plagiarisme, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran ilmiah.

Melalui pelatihan ini, Program Studi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital dengan tetap berpijak pada metodologi kajian hadis yang ilmiah dan bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen program studi dalam menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu memadukan khazanah keilmuan Islam dengan inovasi di era Artificial Intelligence.

Editor : wdy