Hasil Yudisium Fakultas untuk Wisuda Pertama tahun 2019/2020 Prodi Ilmu Hadis sebagai Wisudawan Terbaik d an Tercepat Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Tidak lama lagi perhelatan wisuda periode pertama yang akan dilaksanakan yakni pada tanggal 14 November 2019 di Gedung MP UIN Sunan Kalijaga. Pada acara itu untuk kedua kalinya Prodi Ilmu Hadis mendapatkan kehormatan yakni lulusan terbaiknya menjadi lulusan terbaik dan tercepat di tingkat fakultas. Kesempatan tersebut adalah untuk kedua kalinya di mana sebelumnya pada wisuda yang terakhir atau keempat seorang alumni prodi Ilmu hadis juga menempatkan predikat yang sama.
Lulusan terbaik dan tercepat itu adalah Sholahuddin Zamzambela. Berasal dari mahasiswa ilmu hadis yang masuk pada tahun 2015 melalui jalur seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Progran ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui bagian PD Pontren yang menyasar para santri pondok pesantren di Indonesia. Ia seorang santri yang berasal dari Kab. Bojonegoro Jawa Timur. Di Bojonegoro inipulalah ia mengenyam pendidikan pesantrennya, yakni alumni pondok pesanten Attanwir yang berada di Bojonegoro Jawa Timur. Background nyantri nya ini tak berhenti pada jenjang Madrasah Aliyah saja, melainkan tetap ia teruskan kesantriannya ini ketika menjadi mahasiswa. Di Yogyakarta ia merupakan Santri Pondok Pesantren Aji Mahasiswa al-Muhsin Krapyak Sewon Bantul.
Zamzambela merupakan mahasiswa yang aktif dalam kegiatan perkuliahan. Hal ini terbukti dengan diselesaikannya masa perkuliahan strata satu dengan tidak lebih dari empat tahun dengan IPK 3.87. Selain itu, beberapa prestasi akademik yang pernah diraihnya adalah, Juara I Lomba Essay Kepemudaan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro (FKMB) di UIN Sunan Ampel Surabaya, Juara II Essai tentang “Pelajar dan Pemuda” oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kab. Bojonegoro, juga Juara Harapan II Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional tentang “Islam dan Perdamaian” oleh Rabithah Ma’had Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) dan Kontras Surabaya pada tahun 2016. Selain itu prestasi lainnya yang pernah diraih adalah Juara I lomba Kaligrafi Kontemporer Kecamatan Prambanan pada tahun 2016.
Pengalaman-pengalaman akademiknya tersebut tampaknya juga diimbanginya dengan kemampuan softskill seperti desain dll. Tak jarang ia turut andil pada beberapa kegiatan-kegiatan prodi melalui kemampuan desainnya. Selain itu, mahasiswa asal Bojonegoro ini juga aktif dalam beberapa organisasi seperti CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga (Community of Santri of Ministry of Religious Affairs) yang merupakan organisasi bagi mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan menjabat sebagai Wakil Ketua pada tahun 2017-2018. Ia juga merupakan Ketua IKAMI yakni organisasi alumni pondok pesantren Attanwir yang di Yogyakarta. Sementara saat ini, sedang menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta. Selain itu beberapa organisasi lain yang pernah atau sedang ia ikuti seperti ISMA (Ikatan Santri Ma’had Al-Muhsin), Pengurus PW. IPNU DIY dan Pengurus DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kota Yogyakarta.
Torehan warna yang dilukis dalam kampas kehidupan kesehariannya menampakkan kesuksesan. Hal tersebut disampaikan Ketua Prodi Ilmu Hadis, Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag. di mana Zamzambela merupakan mahasiswa yang tak hanya berfokus pada hardskill tapi juga softskill. Kuliah dan aktifitas organisasinya tidak menghalangi dalam berkarya dan menjadi yang terbaik. Sering dijumpai lulusan terbaik itu hanya pada IPK namun tidak disertai keahlian dalam softskill. Untuk itu, mahasiswa Prodi Ilmu Hadis harus mampu menyeimbangkan keduanya. Akademik yang menjadi wujud dari kemampuan hardskill dalam perkuliahan dan capaian pembelajarannya harus diimbangi dengan kemampuan softskill, salah satunya ialah organisasi. Organisasi merupakan ladang berproses, berbagai teori yang ia peroleh di dunia kampus, orgaisasilah yang merupakan sarana aplikasi dan pengembangan diri sehingga timbul adanya keselarasan antara keduanya. Hal tersebut adalah dalam rangka menuju keberkahan hidup. (AZ/MAS)