BEDAH BUKU DINAMIKA POLITIK SLOGAN: ”KEMBALI KEPADA AL-QUR’AN DAN SUNNAH” DI MESIR, MAROKO, DAN INDONESIA

Akhir-akhir ini kita sering mendengar slogan, “kembali kepada Alquran dan Sunnah (Hadits)”, tetapi jarang sekali orang yang benar-benar memahami Alquran dan Hadits tersebut. Dalam kesempatan kali ini, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. K. H. Yudian Wahyudi, B.A., B.A., Drs., M.A., Ph.D. memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasannya terhadap dinamika politik yang sedang marak terjadi di dunia, khususnya di negara Mesir, Maroko, dan Indonesia dalam bukunya yang berjudul “Dinamika Politik, Slogan: ”Kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah” di Mesir, Maroko dan Indonesia”.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Prof. H. Soenarjo, Kamis, 21 Maret 2019 ini adalah bentuk kerjasama antara Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara dengan Organisasi Santri Nawasea. Dengan menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya, seperti Dr. Phil. Syaifudin Zuhri, S.Sos., M.A. (penerjemah tulisan awal Prof. K. H. Yudian Wahyudi B.A., B.A., Drs., M.A., Ph.D. yang diterbitkan pada tahun 2010, lalu terjemahan tersebut menjadi buku yang saat ini dibedah), Dr. Phil. Sahiron, M.A (Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga), serta menghadirkan Rektor UIN Sumatera Utara yang dalam hal ini diwakili oleh Dekal Fakultas Kesehatan Masyarakat Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., membuat acara ini berlangsung menarik. Terbukti dari jumlah peserta yang memenuhi gedung Prof. H. Soenarjo.

Kegiatan ini bukan hanya menarik minat akademisi lokal saja, tetapi juga mahasiswa luar negeri. Hal ini dirasakan oleh Saleh al-Amry, mahasiswa Program Studi Islamic Studies yang berasal dari Libya. Ada hal yang menarik dari sini, yakni ia baru mengetahui kegiatan bedah buku ini kemarin malam (20 Maret 2019) karena ketertarikan dengan keilmuan Islam, maka ia memutuskan untuk menghadiri acara ini. Ia juga menuturkan bahwa Prof. K. H. Yudian adalah orang yang memberi banyak pengetahuan. Oleh karena itu, dengan pengetahuan yang sangat luas, beliau mampu menghadirkan buku yang sangat luar biasa. Dengan menggunakan metode comparation, penulis mampu memunculkan nuansa keilmuan yang sangat lengkap. Para peserta berbondong-bondong mendatangi gedung Convention Hall lantai 1 untuk mendengarkan penjelasan Prof. Yudian Wahyudi sebagai Penulis dan juga para narasumber yang membedah buku tersebut.

Pada sesi pembedahan, narasumber sedikit menjelaskan tentang karakteristik buku ini. Dalam menyusun buku yang ditulis dalam bahasa Inggris ini, penulis hanya memfokuskan pada tiga negara, yakni Mesir, Maroko, dan Indonesia. Menurut Dr. Phil. Sahiron, M.A., Prof. K. H. Yudian Wahyudi menjelaskan mengenai respon ketiga negara tersebut terhadap gerakan “kembali kepada al-Qur’an dan Hadits” yang pertama kali digagas oleh kelompok Wahabi. Di negara Arab, slogan ini menjadi prinsip yang melekat sekali sehingga negara tersebut menolak apapun yang menyimpang dari ajaran yang mereka anggap benar. Di Maroko, slogan ini diadaptasi dengan tidak membuang semua tradisi yang telah ada, tetapi dilakukan penyesuaian terhaddap kebudayaan yang ada disana. Sedangkan di Indonesia, slogan ini telah dan sedang merebak melalui media-media sosial yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak memiliki pemahaman keislaman yang baik sehingga timbulah istilah “bid’ah” dan sebagainya. (Anwar)